DENPASAR – Cedera pergelangan kaki atau yang secara medis dikenal sebagai Sprain Ankle merupakan salah satu jenis cedera yang paling sering dialami masyarakat, baik saat berolahraga maupun saat menjalankan aktivitas sehari-hari.
Menurut para ahli dalam studi terbaru (Faiqah Nur Fadhila dkk., 2025), Sprain Ankle adalah kondisi di mana ligamen di area pergelangan kaki mengalami ketegangan berlebihan hingga robek. Ligamen yang berfungsi sebagai penghubung antar tulang terganggu, mengakibatkan sendi menjadi tidak stabil, muncul nyeri hebat, bengkak (oedema), serta keterbatasan gerak.
Mengapa seseorang lebih rentan mengalami keseleo? Beberapa faktor pemicunya antara lain:
Riwayat Cedera Sebelumnya: Ligamen yang sudah pernah longgar membuat posisi kaki tidak stabil.
Penggunaan Alas Kaki yang Kurang Tepat: Seperti penggunaan sepatu tumit tinggi (high heels).
Aktivitas Fisik Intens: Olahraga seperti basket, bulu tangkis, tenis, dan sepak bola yang melibatkan gerakan melompat atau memutar kaki secara mendadak.
Permukaan Tidak Rata: Berlari atau berjalan di medan yang berlubang atau tidak rata.
Penting untuk mengetahui tingkat keparahan cedera guna menentukan tindakan medis yang tepat:
Grade 1 (Ringan): Robekan minimal, nyeri ringan, dan bengkak sedikit.
Grade 2 (Sedang): Robekan sebagian, bengkak dan nyeri lebih signifikan, serta sedikit gangguan fungsi gerak.
Grade 3 (Berat): Robekan total ligamen, nyeri hebat, dan ketidakstabilan sendi yang parah sehingga pasien sulit berdiri.
1. Fase PEACE (Hari 1-3):
Protect: Lindungi area cedera.
Elevate: Angkat kaki lebih tinggi dari level jantung.
Avoid Anti-Inflammatory: Hindari obat antiradang berlebih di awal agar proses alami tubuh bekerja.
Compress: Gunakan perban elastis.
Educate: Edukasi pasien untuk pemulihan aktif.
2. Fase LOVE (Setelah Hari ke-3):
Load: Pemberian beban ringan secara bertahap.
Optimism: Menjaga pola pikir positif untuk percepatan sembuh.
Vascularization: Latihan kardiovaskular ringan untuk melancarkan aliran darah.
Exercise: Latihan spesifik untuk mobilitas dan kekuatan.
Kami memahami bahwa setiap pasien membutuhkan penanganan yang personal. Di Poliklinik Fisioterapi RS Bhayangkara Denpasar, tim medis kami akan mendampingi Anda melalui:
Latihan Mobilisasi: Meningkatkan fleksibilitas pergelangan kaki.
Penguatan Otot: Mengembalikan stabilitas sendi agar tidak mudah cedera kembali.
Latihan Keseimbangan: Menggunakan metode Strok Balance Stand serta latihan dinamis seperti Heel & Toe Walking.
Segera tangani cedera Anda sebelum menjadi kronis. Tim ahli kami di RS Bhayangkara Denpasar siap membantu Anda kembali beraktivitas .
Reservasi dan Pendaftaran dapat dilakukan melalui WhatsApp: ? https://wa.me/628113833238
Alamat: Jl. Trijata No.32, Dangin Puri Kangin, Kec. Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali.
Mari sehat bersama RS Bhayangkara Denpasar – Kami BISA Untuk Senyum Sehat Anda

